<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Diabetes Mellitus</title>
	<atom:link href="http://diabetesmellitus.blogdetik.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diabetesmellitus.blogdetik.com</link>
	<description>Segalanya Tentang Kencing Manis</description>
	<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 12:10:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gejala Diabetes Mellitus</title>
		<link>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/gejala-diabetes-mellitus.htm</link>
		<comments>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/gejala-diabetes-mellitus.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 12:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Diabetes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diabetes Mellitus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diabetesmellitus.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Gejala awal penderita Diabetes Mellitus (DM) sangat berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Apabila kadar gula darah mencapai di atas 160-180 mg/dl, maka glukosa akan dikeluarkan melalui urine. Jika lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah glukosa yang hilang. Karena ginjal mengeluarkan air kemih yang melebihi takaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gejala awal penderita Diabetes Mellitus (DM) sangat berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Apabila kadar gula darah mencapai di atas 160-180 mg/dl, maka glukosa akan dikeluarkan melalui urine. Jika lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah glukosa yang hilang. Karena ginjal mengeluarkan air kemih yang melebihi takaran normal, maka penderita akan sering buang air kecil / kencing (<em>poliuria</em>). Akibatnya, mereka akan sering merasa haus dan butuh banyak minum (<em>polidipsia</em>). Selain itu, biasanya penderita mengalami penurunan berat badan secara signifikan sebagai akibat dari hilangnya sejumlah kalori ke dalam air kemih. Efeknya, mereka juga akan sering mengalami rasa lapar dan ingin makan secara berlebih (<em>poliphagia)</em>.</p>
<p><span id="more-7"></span>Berikut ini gejala-gejala umum dari penderita diabetes mellitus:</p>
<ul>
<li>Sering mengantuk</li>
<li>Sering buang air kecil</li>
<li>Sering lapar dan haus</li>
<li>Cepat lelah</li>
<li>Penurunan berat badan secara drastis</li>
<li>Gatal-gatal, terutama di sekitar kemaluan</li>
<li>Cepat marah</li>
<li>Mati rata atau rasa sakit pada bagian tubuh bagian bawah</li>
<li>Mual-mual dan muntah-muntah</li>
<li>Kadar gula dalam darah meninggi (<em>hiperglikemia</em>)</li>
<li>Pandangan mata kabur</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline">Penjelasan dalam bahasa Inggris</span></p>
<p>Early symptoms of Diabetes Mellitus (DM) is associated with the direct effects of high blood sugar levels. If blood sugar levels reach above 160-180 mg / dl, the glucose will be excreted through urine. If higher, the kidneys will get rid of extra water to thin the number of glucose is lost. Because the kidneys remove excess urine normal dosage, the patient will often pee / urine (polyuria). Consequently, they will often feel thirsty and need lots of drinking (polydipsia). In addition, most patients experienced significant weight loss as a result of the loss of a number of calories into the urine. The effect, they will also often experience hunger and want to eat in excess (poliphagia).</p>
<p>Here are common symptoms of diabetes mellitus:</p>
<ul>
<li>Often sleepy</li>
<li>Frequent urination</li>
<li>Often hungry and thirsty</li>
<li>Quick tired</li>
<li>Drastic weight loss</li>
<li>Itching, especially around the genitals</li>
<li>Irritable</li>
<li>Average death or pain in the lower body</li>
<li>Nausea and vomiting</li>
<li>Raised blood sugar levels (hyperglycemia)</li>
<li>Blurred vision</li>
</ul>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/gejala-diabetes-mellitus.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam Diabetes Mellitus</title>
		<link>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/macam-macam-diabetes-mellitus.htm</link>
		<comments>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/macam-macam-diabetes-mellitus.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 11:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Diabetes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diabetes Mellitus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diabetesmellitus.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Jika sebelumya kita bahas mengenai pengertian dari diabetes mellitus (DM), maka kali ini kita akan belajar mengenai macam-macam penyakit diabetes. Sejauh ini, diketahui ada empat jenis DM, yaitu DM Tipe 1, DM Tipe 2, DM Tipe Spesifik, dan DM Kehamilan. Untuk lebih detilnya, simak penjelasan di bawah ini.


DM Tipe 1
DM jenis ini disebabkan oleh rusaknya sel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sebelumya kita bahas mengenai pengertian dari <a href="http://diabetesmellitus.blogdetik.com/mengenal-penyakit-diabetes-mellitus.htm">diabetes mellitus</a> (DM), maka kali ini kita akan belajar mengenai macam-macam penyakit diabetes. Sejauh ini, diketahui ada empat jenis DM, yaitu DM Tipe 1, DM Tipe 2, DM Tipe Spesifik, dan DM Kehamilan. Untuk lebih detilnya, simak penjelasan di bawah ini.</p>
<p><span id="more-5"></span></p>
<ul>
<li><strong>DM Tipe 1</strong><br />
DM jenis ini disebabkan oleh rusaknya sel beta pankreas sebagai penghasil insulin sehingga penderita sangat kekurangan insulin. Akibatnya, yang bersangkutan harus disuntik insulin secara teratur. Tipe ini  diderita 1 dari 10 penderita DM yang kebanyakan terjadi sebelum usia 30 tahun. Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanan atau dewasa awal) menyebabkan kerusakan sistem kekebalan pada sel beta pankreas. DM tipe 1 ini memiliki kecenderungan untuk menular secara genetik.</li>
<li><strong>DM Tipe 2</strong><br />
DM jenis ini disebabkan oleh gangguan sekresi insulin dan resitensi insulin sehingga tubuh penderita tidak merespon secara normal insulin yang dihasilkan tubuh dan membentuk kekebalan tersendiri sehingga terjadi kekurangan insulin relative. Tipe ini biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun dan sekitar 80% penderita mengalami <a href="http://obat-penyakit.com/obesitas.html">obesitas</a>.</li>
<li><strong>DM Tipe Spesifik</strong><br />
DM jenis ini disebabkan oleh faktor genetik (kerusakan genetik sel beta pankreas) juga akibat konsumsi obat-obatan maupun bahan-bahan kimia.</li>
<li><strong>DM Kehamilan</strong><br />
DM jenis ini terjadi pada sekitar 2-5% dari semua kehamilan, namun sifatnya hanya sementara dan akan sembuh setelah melahirkan. Namun demikian, ia berpotensi merusak kesehatan ibu hamil maupun janinnya, meningkatkan resiko kelahiran serta cacat pada janin dan penyakit jantung bawaan pada bayi. Selain itu, sekitar 40-50% dari penderita tipe ini menjadi penderita DM tipe 2 di kemudian hari.</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline">Penjelasan dalam bahasa Inggris</span></p>
<p>If previously we discussed about the understanding of diabetes mellitus (DM), so this time we will learn about the kinds of diabetes. So far, there are four types of diabetes, ie Type 1 diabetes, Type 2 diabetes mellitus, diabetes mellitus Type Specific, and diabetic pregnancies. For more details, see the explanation below.</p>
<p><strong>Type 1 DM<br />
</strong> This type of diabetes caused by destruction of pancreatic beta cells as insulin producing so that the patient suffers from a shortage of insulin. Consequently, the question must be injected with insulin on a regular basis. This type suffered one of the 10 diabetic patients who mostly occur before the age of 30 years. The scientists believe that environmental factors (such as viral infections or nutritional factors in childhood or early adult-right) causes damage to the immune system in pancreatic beta cells. DM type 1 has a tendency to be genetically transmitted.</p>
<p><strong>Type 2 DM<br />
</strong> This type of diabetes caused by impaired insulin secretion and insulin resitensi so that the patient&#8217;s body does not respond to insulin normally produced by the body and form their own immunity so that the relative shortage of insulin. This type usually occurs at age above 30 years and approximately 80% of patients are obese.</p>
<p><strong>Specific Type DM<br />
</strong> This type of diabetes caused by genetic factors (genetic damage pancreatic beta cell) is also due to the consumption of drugs or chemicals.</p>
<p><strong>DM Pregnancy<br />
</strong> This type of diabetes occurs in approximately 2-5% of all pregnancies, but only temporary and will recover after childbirth. However, he was potentially harmful to health of pregnant women and fetuses, as well as increase the risk of birth defects in the fetus and congenital heart disease in infants. In addition, about 40-50% of patients with this type to be patients with type 2 diabetes later in life.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/macam-macam-diabetes-mellitus.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Penyakit Diabetes Mellitus</title>
		<link>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/mengenal-penyakit-diabetes-mellitus.htm</link>
		<comments>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/mengenal-penyakit-diabetes-mellitus.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 18:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Diabetes</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diabetes Mellitus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diabetesmellitus.blogdetik.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Diabetes Mellitus (kencing manis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme tubuh, yaitu cara tubuh memanfaatkan makanan yang telah dicerna untuk dijadikan energi dan pertumbuhan. Sistem pencernaan mengolah sebagian makanan menjadi zat gula atau glukosa yang dialirkan ke dalam sistem peredaran darah sebahagai bahan bakar bagi sel-sel seluruh tubuh.
Insulin (hormon yang dihasilkan oleh pankreas) bertugas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Diabetes Mellitus</strong> (kencing manis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme tubuh, yaitu cara tubuh memanfaatkan makanan yang telah dicerna untuk dijadikan energi dan pertumbuhan. Sistem pencernaan mengolah sebagian makanan menjadi zat gula atau glukosa yang dialirkan ke dalam sistem peredaran darah sebahagai bahan bakar bagi sel-sel seluruh tubuh.</p>
<p><span id="more-3"></span>Insulin (hormon yang dihasilkan oleh pankreas) bertugas mengantarkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh sehingga sel tidak kekurangan makanan. Dalam kondisi normal, pankreas akan menghasilkan insulin yang cukup memadai untuk mengatur kadar gula dalam tubuh kita.</p>
<p>Penyakit diabetes mellitus (<strong>DM</strong>) adalah penyakit kronik yang biasanya ditandai dengan peniggian kadar gula dalam darah (hiperglikemia) sebagai akibat terganggunya sekresi insulin, kerja insulin, maupun keduanya. Untuk beberapa jenis DM, glukosa masuk ke dalam sel hanya terbatas, mengakibatkan penumpukan di dalam darah, sedangkan sebagian lainnya dibuang lewat urine.</p>
<p>Seseorang dikatakan menderita diabetes mellitus apabila menurut hasil pemeriksaan kadar gula tubuh pada waktu puasa &gt; 126 mg/dl dan &gt; 200 mg/dl setelah puasa. Sedangkan, kadar gula darah normal orang sehat adalah &lt; 120 mg/dl pada waktu puasa dan &lt; 140 mg/dl pada saat setelah puasa.</p>
<p>Peningkatan kadar gula darah setelah makan dan minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah lebih lanjut dan menyebabkan penurunan secara perlahan ke kondisi normal. Lebih lanjut, kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara bertahan setelah memasuki usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif berolahraga.</p>
<p>Dapat disimpulkan, gaya hidup yang tidak mengacu pada kesehatan, pola makan yang miskin serat, kurang olahraga, dan sering minum alkohol merupakan penyebab utama dari munculnya diabetes mellitus. Selain itu, ada pula beberapa faktor lain seperti kegemukan (obesitas), keturunan  (herediter), serta diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat.</p>
<p><span style="text-decoration: underline">Penjelasan dalam bahasa Inggris</span></p>
<p><span title="Diabetes Mellitus (kencing manis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme tubuh, yaitu cara tubuh memanfaatkan makanan yang telah dicerna untuk dijadikan energi dan pertumbuhan.">Diabetes Mellitus (diabetes) is a disease caused by metabolic disorders, namely the way the body uses digested food that has to be used as energy and growth. </span><span title="Sistem pencernaan mengolah sebagian makanan menjadi zat gula atau glukosa yang dialirkan ke dalam sistem peredaran darah sebahagai bahan bakar bagi sel-sel seluruh tubuh.">Digestive system to process some of the food into sugars, or glucose which then flowed into the circulatory system sebahagai fuel for cells throughout the body.</span></p>
<p><span title="Insulin (hormon yang dihasilkan oleh pankreas) bertugas mengantarkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh sehingga sel tidak kekurangan makanan.">Insulin (a hormone produced by the pancreas) in charge of delivering glucose to the cells of the body so that cells no shortage of food. </span><span title="Dalam kondisi normal, pankreas akan menghasilkan insulin yang cukup memadai untuk mengatur kadar gula dalam tubuh kita.">Under normal circumstances, the pancreas produces enough insulin to regulate sugar levels in our body.</span></p>
<p><span title="Penyakit diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronik yang biasanya ditandai dengan peniggian kadar gula dalam darah (hiperglikemia) sebagai akibat terganggunya sekresi insulin, kerja insulin, maupun keduanya.">Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that is usually characterized by peniggian blood sugar levels (hyperglycemia) as a result of disruption of insulin secretion, insulin work, or both.</span><span title="Untuk beberapa jenis DM, glukosa masuk ke dalam sel hanya terbatas, mengakibatkan penumpukan di dalam darah, sedangkan sebagian lainnya dibuang lewat urine.">For some types of diabetes, glucose entry into cells is limited, resulting in a buildup in the blood, while others are discarded through the urine.</span></p>
<p><span title="Seseorang dikatakan menderita diabetes mellitus apabila menurut hasil pemeriksaan kadar gula tubuh pada waktu puasa &gt; 126 mg/dl dan &gt; 200 mg/dl setelah puasa.">Someone said to suffer from diabetes mellitus according to the results when the body&#8217;s sugar level examination at the time of fasting&gt; 126 mg / dl and&gt; 200 mg / dl after fasting. </span><span title="Sedangkan, kadar gula darah normal orang sehat adalah &lt; 120 mg/dl pada waktu puasa dan &lt; 140 mg/dl pada saat setelah puasa.">Meanwhile, normal blood sugar levels healthy persons are &lt;120 mg / dl at fasting and &lt;140 mg / dl during fasting.</span></p>
<p><span title="Peningkatan kadar gula darah setelah makan dan minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah lebih lanjut dan menyebabkan penurunan secara perlahan ke kondisi normal.">Increased blood sugar levels after eating and drinking stimulates the pancreas to produce insulin, thus avoiding any increase in blood sugar levels and cause further decline slowly to normal. </span><span title="Lebih lanjut, kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara bertahan setelah memasuki usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif berolahraga.">Furthermore, a normal blood sugar levels tend to increase gradually after entering the age of 50 years, especially in people who are not actively exercising.</span></p>
<p><span title="Lebih lanjut, kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara bertahan setelah memasuki usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif berolahraga."><span>We can conclude, that lifestyle does not refer to health, fiber-poor diet, lack of exercise, and often drinking alcohol is the main cause of the emergence of diabetes mellitus. </span><span>In addition, there are also some other factors such as obesity (obesity), offspring (hereditary), and a diet high in fat and low carbohydrate.</span></span></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diabetesmellitus.blogdetik.com/mengenal-penyakit-diabetes-mellitus.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.391 seconds -->

